Archive | 4:22 am

Pelajaran dari Yeremia 31

29 May

Yeremia 31  merupakan satu pasal yang kami bahas dalam acara SBT hari Minggu, 24 Mei 2009 kemarin. Kami mengawali SBT ini dengan berdoa, bernyanyi, dan menaikkan syukur bagi Allah. Atas kehidupan kami. Dan segala sesuatu yang Allah biarkan terjadi untuk membuat kami semakin melekat padaNya.

Kemudian kami merenungkan Yeremia 31 sendiri-sendiri. Saya mencatat beberapa janji Tuhan yang diberikan di pasal ini.

  1. Tuhan akan menjadi Allah kaum keluargaku dan aku akan menjadi umatNya.
  2. Tuhan akan mengasihiku dengan kasih yang kekal.
  3. Aku akan memetik hasil dari setiap usahaku.
  4. Tuhan akan menyelamatkanku.
  5. Tuhan akan menghiburkan aku saat aku datang dalam tangisan.
  6. Tuhan akan memimpin jalanku.
  7. Aku akan berseri-seri dan dikenyangkan dengan kebajikan Allah.
  8. Aku akan dicukupkan.
  9. Aku akan bersukaria.
  10. Ada harapan untuk hari depanku.

Saat ini aku masih bergumul tentang keluargaku dan aku sangat bersyukur untuk janjiNya akan membuat kaum keluargaku percaya. Namun aku seringkali lelah dan ingin menyerah karena aku tidak melihat pekerjaan Tuhan disana. Aku sempat berpikir, kemana perginya doa-doa yang kupanjatkan siang dan malam itu? Apakah hanya jadi bisikan harapan yang kemudian menyatu dengan hiruk pikuk dunia dan menjadi tak bermakna lagi. Tapi disini Allah berjanji kalau Ia akan membuatku memetik hasil dari usahaku. Tidak ada doaku yang sia-sia. Aku percaya Allah sudah mengatur segala sesuatunya dan menetapkan waktu terbaik bagiku. Dan bagi keluargaku.

Aku pun masih sering kuatir dengan masa depanku. Aku tidak tahu mau jadi apa aku nanti bahkan di usia ku kini yang sudah mencapai 22 tahun. Terlalu banyak ketakutan akan masa depanku. Tentang pernikahan. Tentang kondisi ekonomi. Tentang karirku. Tentang keluargaku. Tentang anak-anakku. Note : keinginanku untuk punya anak lebih besar dibandingkan dengan keinginanku untuk punya pacar. Tapi keinginan yang besar ini justru memberikan ketakutannya sendiri. Ya.. aku takut sekali tidak bisa punya anak. Tapi kemudian Allah mengatakan bahwa aku akan dicukupkan dan akan bersukaria. Bahwa akan ada harapan untuk hari depanku. Dan bila aku putus asa dan (lagi-lagi) datang dalam tangisan, Allah yang akan menghiburku.

Kemudian aku mencatat tentang siapa aku di mata Allah dari Yeremia 31 ini. Dan ini hasil penemuanku yang luar biasa. Aku mengambil dari ayat 23 yang isinya demikian, “Tuhan kiranya memberkati engkau, hai tempat kediaman kebenaran, hai gunung yang kudus!”

Yup. Aku adalah tempat kediaman kebenaran dan gunung yang kudus. Tempat dimana akan ada kota-kota, petani-petani, dan orang-orang yang mengembara dengan kawanan ternaknya. Aku akan menjadi alat Tuhan untuk membuat segar orang yang lelah, dan memuaskan setiap orang yang merana. Serupa dengan Yesaya 58 yang aku renungkan. Aku adalah individu yang harus dapat diandalkan oleh orang lain. Aku adalah individu yang akan menjadi alat Tuhan untuk memberikan harapan kepada orang lain. Aku harus menjadi tempat bernaung bagi jiwa-jiwa yang haus akan Allah dan terus mencari Allah. Dan aku harus menjadi teladan di dalam Kristus.

SBT berakhir dalam waktu empat jam dan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Hari yang menyenangkan bersama Allah dan teman-teman yang memiliki kerinduan yang besar akan Allah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.